Wednesday, September 11, 2019

Melakukan Sesuatu Yang Kecil dan Menyenangkan orang lain, Adalah Suatu Kebahagian Tersendiri



Pagi ini rabu, 11 September 2019, pada pukul 07.00 WIB seperti biasa itu merupakan jadwal saat turun dari kereta ekonomi KRD, perjalanan dari kota mojokerto untuk mengais rejeki yang halal dan barokah buat keluarga, aamiin......
Semoga disetiap langkah teriring doa yang baik-baik, dan bisa memberikan semangat untuk bekerja keras dan cerdas. Kata Bapak-bapak yang intelek, kerja itu harus giat dan cerdas, tanpa di imbangi kecerdasan maka hasilnya tidak sesuai atau tidak bisa menghasilkan tujuan yang memuaskan. Maka sloganku meniru mereka "kerja keras dan cerdas".
Sesudah turun dari kereta maka agar sampai ke kantor, saya harus melanjutkan perjalanan dengan naik Abang Grab, disini saya pilih motor, tau sendiri khan cint....kalo naik mobil biayanya bisa melambung, seperti roket yang mak wusss...menghabiskan kocek di dompet. Saya sebut Abang Grab karena sering menggunakan dan yang mengendarai cowok makanya saya panggil Abang hehehe..

Sedangkan kalo naik motor biaya dari Stasiun Wonokromo ke kantor sekitar Rp. 10.000,- Harga segitu menurut saya juga mahal ya sih...maklum karena dilakukan setiap hari kerja, dan juga belum biaya lainnya, jadi curhat nihhh ...

Bang Grab sudah menjawab pesanan saya, dan janjianpun telah dilakukan oleh bang Grab,  ketemuan di titik penjemputan di bawah jembatan yang menuju ke arah DTC. Memang di bawah jembatan itu merupakan tempat mangkal abang Gojek/Abang Grab. Saya  Setelah melewati jembatan, ada yang menghampiriku, dan menanyakan nama dan tujuannya ? Ternyata dia yang aku pesan melalui aplikasi Grab.

Dan setiap sebelum naik kendaraan Grab saya selalu memastikan no pol motor mereka apakah sudah sesuai dengan aplikasi atau tidak. Pernah juga buat pengalaman yang lainnya saya pesan dan No pol motor tidak sesuai di aplikasi, dan biasanya inisiatif dari drivernya memberi informasi terlebih dulu bahwa motornya lagi di service, jadi menggunakan motor yang ada di rumah. 
Sebelum saya naik kendaraan, terjadi percakapan dengan Abang Grab :
Saya : Pak, apakah sudah mengetahui lokasi yang saya minta ?
Grab : sudah buk
Saya : nanti lewat jalan daerah dinoyo ya.. (lewat disana karena bebas macet dan jalan tercepat)
Grab : Iya
Saya : (wah berarti sudah paham jalan dan rute yang tercepat)



Sambil menikmati indahnya taman dan bunga di sekitar jalan sepanjang yang kita lewati, disaat jalan macet Bang Grab bilang dan menawari buk apakah berkenan top up melalui driver ? saya bertanya kenapa pak ? Biar saya mendapatkan bonus/reward buk

Dalam hati mulai bicara, kok ya merasa kasian melihat Bang Grab hanya menginginkan mendapatkan bonus 1, dikumpul dengan telaten sampai terkumpul banyak sesuai batasnya baru dapat bonus, kalo tidak terlampau bonusnya hilang. Saya mulai tersadar begitu beratnya mereka mencari bonus, yang ditawarkan ke setiap penumpang, iya kalo dapat penumpang, dan jika kalo penumpangnya mau, kalo tidak bagaimana ?

Kemudian saya lihat saldo ovo-ku masih ada kira-kira Rp. 30.000,-, bagiku total segitu cukuplah buat perjalanan seminggu kedepan, dan melihat uang saku hanya ada Rp. 50.000,- buat pulang pergi Mojokerto ke Surabaya atau sebaliknya. tapi kok ter-ngiang tawaran abang Grab. Jadi berfikir, ayoo berbagi ke sesama, kapan lagi bisa bantu orang.

Akhirnya saya jawab "baik saya top up pak" dan "saya top up Rp. 20.000,-" saya melihat orangnya tersenyum dan bilang terima kasih.  Saya tanya apakah ada kembaliannya Rp. 30.000,- dia bilang ada.
Sesampainya ditujuan, top up dilakukan. Dan berulang kali Bang Grab mengucapkan terima kasih, terlihat  keceriahan wajahnya....melihat seperti dalam hati ikut senang, hitung-hitung bisa memberikan sesuatu yang kecil dan membuat orang bahagia.
Maksudnya disini saya tidak mau pamer ya....karena buat pembelajaran dan melatih terhadap diri sendiri, untuk melakukan sesuatu hal sekecil apapun dan bermanfaat dan bisa menyenangkan orang lain adalah suatu kebahagian tersendiri.
Ini merupakan pengalamanku, semoga hal-hal seperti ini tidak membuat diri menjadi tamak/sombong, bukan maksud hati untuk pamer, karena ini adalah sebagai ajang sharing apa yang pernah saya lakukan. Jika ada dari Bapak/Ibu/kakak kurang berkenan mohon maklum dan jika ada pengalaman dari Bapak/Ibu/Kakak bisa share kebaikan bersama kami.

Salam bahagia 

Tuesday, September 10, 2019

Bagaimana Teknik Menata Dan Merapikan Baju Almari Agar Mudah Menemukan Kembali


Berawal saat ingin menghadiri undangan pertemuan arisan keluarga pada hari Minggu, tanggal 8 September 2019 di Sidoarjo, bahwa telah menjadi kesepakatan bersama bahwa disetiap kegiatan arisan keluarga menggunakan kostum yang sama, dan ini hanya berlaku untuk perempuannya saja, sedangkan untuk laki bebas menggunakan baju asal rapi (pilih kasih ya...memang sudah dari sononya kalo kaum adam harus mengalah kepada kaum hawa hehehe..)

Apa kostum baju perempuan yaitu menggunakan kostum baju berwarna hitam dan kerudungnya warna kuning. Untuk kerudung memang sudah diseragamkan baik motifnya, jahitannya, modelnya yang panjang menjuntai (yang penting ndak sampai menjuntai ke lantai hehehe..), khas warna kuningnya yang cerah (secerah yang menggunakan kerudung xixixi..).

Informasi undangan sudah disampaikan melalui Whatshapp, maklum zaman digital. Kenapa harus lewat WA karena lebih cepat, efektif dan efisien, yaitu cepat dan tepat diterima oleh seluruh anggota keluarga, tanpa biaya / irit poool karena tidak harus datang ke seluruh anggota keluarga. Misalkan ada yang rumahnya di kediri atau Jakarta, masak harus pergi ke sana ? khan dihitung harga tiket sudah berapa ? waktu yang dibutuhkan? dan akomodasi lain-lain. Bagi yang kerja masak harus ijin kantor dengan alasan mengantar undangan arisan hehehe...

Padahal woro-woro undangan sudah diterima seminggu sebelum acara dimulai. Saat membaca WA dalam hati "santai masih seminggu lagi, masih lama ". Dan dalam pikiranku baju dan kerudung sudah di cuci dan disimpan di almari.

Tak terasa hari berjalan begitu cepat dan sampai menginjak hari Sabtu, yang memang rencana awal berangkat Sabtu pagi karena undangan arisan keluarga pada hari Minggu, pukul 07.00 WIB tepat. Mengingat jarak rumah jauh yaitu berada di kota Mojokerto, akhirnya batal berangkat pagi, mau tau kenapa berangkatnya di delay ? Karena hanya mencari baju dan kerudung yang mau digunakan saat arisan tidak ketemu. Sementara seluruh isi dalam almari sudah diacak-acak dan sebagian sudah dikeluarkan,  maka mau tidak mau, baju yang dikeluarkan harus dirapikan kembali.

Maka dari kejadian tersebut diatas, saya tidak mau terulang kembali ! Karena pekerjaan mencari baju merupakan pekerjaan yang membosankan dan memakan waktu yang lamaaa. 

Mengapa ?? 

Membosankan karena sudah mengobrak abrik semua almari, mata melototi baju yang akan dicari tetapi belum ketemu-ketemu, dan otomatis waktu yang dibutuhkan juga lama. Sebagai emak-emak waktunya tidak efisien, karena tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah lainnya.
Maka pertama-tama yang saya lakukan yaitu berfikir bagaimana kejadian ini tidak akan terulang kembali ? Berikut teknik menata dan merapikan baju di almari agar memudahkan menemukan saat ditemukan ? 

1. Memilah-milah baju menjadi dua yaitu :
    a. Baju yang bisa digunakan
    b. Baju yang tidak digunakan dan untuk disingkirkan serta tidak disimpan di almari lagi
Dalam hal ini kriteria baju yang sudah tidak digunakan yaitu baju yang ukurannya kekecilan, model baju ketinggalan zaman (sudah tidak up to date kata anak zaman now hehehe..), corak yang norak maka baju-baju tersebut dipilah dan disendirikan.
Kemudian baju yang sudah dipilah tersebut dilihat apakah masih layak digunakan ? Jika masih layak maka diberikan kepada tetangga yang tidak mampu, orang yang lagi membutuhkan, hitung-hitung buat amal.

Dengan keluarnya baju yang tidak digunakan, maka almari menjadi berkurang. Yang otomatis akan memudah dalam penataannya dan almari hanya di isi yang memang benar-benar digunakan saja.

2.  Memilah Baju Yang Sudah Di Pilah

Hasil Pilahan baju yang yang bisa digunakan tersebut, akan di pilah kembali / kedua kali dan dikelompokkan berdasarkan :
     a. Apakah baju masih digunakan rutin ?
     b. Apakah baju digunakan dalam waktu yang lama atau hanya ada even saja ?
Jika sudah dikelompokkan bajunya  maka penyimpanan disendirikan sesuai kelompok tersebut  dan jangan dimasukkan kedalam almari dulu
3.  Membersihkan Dalam Almari Terlebih Dulu, biasanya khan ada kotoran/debu/binatang kecil-kecil, orang jawa bilang ada "binatang yang tinggal di sawang". Setelah dibersihkan biasanya saya beri alas koran di dasar almari dan diberikan pengharum baju (orang jawa bilang kapur barus). Biar dalam lemari tidak lembab dan menghindari binatang kecil masuk dalam almari.

4. Menata Dan Menyimpan Baju Ke Dalam Almari

Setelah baju dikelompokkan dalam point 2, maka baju dimasukkan dalam almari. Dan menatanya dikelompokkan lagi misal : baju yang sering digunakan, ada baju atasan, bawahan atau long dress. Maka penyimpanannya disendirikan sesuai kelompok tersebut.

Yaitu seperti: Baju Long dress dikumpulkan kelompok long dress, baju atasan dikumpulkan dengan atasan, kerudung dikumpulkan dengan kerudung, dll. Dan biasanya baju yang rutin digunakan ditata di barisan almari nomer 1 dan 2.

Sedangkan baju yang digunakan dalam waktu yang lama/hanya ada even saja, maka menatanya disendirikan dan diletakkan di dalam almari baris terakhir 4. Sambil di check atau istilahnya di evaluasi lagi apakah baju tersebut lama tidak dipakai hingga satu tahun maka wajib dan harus dikeluarkan dari almari. Selanjutnya berlaku tindakan no. 1.

Maka dari kejadian tersebut saat membutuhkan baju apapun mudah ditemukan dan tidak membutuhkan waktu yang lamaaaa.
 
Demikian teknik menata dan merapikan baju di dalam almari, semoga bisa memberikan inspirasi kepada semua tidak hanya buat kaum hawa (emak-emak dan mbak-mbak) tetapi juga buat berguna kaum adam (bapak-bapak dan mas-mas).

Salam kekeluargaan dan bahagia.


Inilah Daftar Istilah Tentang Kereta Api. Mau Tau...

  

Pagi ini, hari Selasa tanggal 10 September 2019, saya tergelitik untuk mengupas tentang per-kereta apian khususnya kereta ekonomi KRD. Mengapa membahas kereta KRD ? Karena kereta KRD merupakan kereta kesayangan yang setiap hari telah mengantar berangkat ke Surabaya setiap pagi.
Masak kereta yang ditumpangi setiap hari tidak mengetahui seluk beluk dan segala informasinya.

Disini saya akan jelaskan beberapa hal yang umum karena tidak mengetahui lebih banyak dan terinci dan dibantu dari informasi teman seperjuangan yang lebih lama sebagai penglaju kereta. Dan dari informasi tersebut saya coba menuangkan, semoga berguna dan berbagi ilmu tentang perkereta-apian.

Bapak/Ibu/Kakak.. kan pasti pernah naik kereta api ya...apakah kereta ekonomi/bisnis/esksekutif. 
Coba mulai sekarang bisa dilihat tentang hal-hal sebagai berikut : 


I. Di Luar Body Kereta, tepatnya tertulis di bagian tengah bawah terdapat tulisan seperti ini :

   K3 0 65 59 SDT
  
Dari keterangan gambar tersebut yaitu :
K  = Kereta
3   = Kelas ekonomi
0   = Kode sarana yang tidak memiliki mesin penggerak
65 = Tahun sarana mulai dipakai
59 = Nomor urut atau seri sarana 
Yang dimaksud dengan sarana adalah alat penunjang operasional

SDT = Sidotopo yang sebagai dipo induk kereta lokasi perawatan sarana tersebut
TS    = Train Seat, pengertiannya sarana dalam fungsi sistem kelistrikan kereta
BK   = Berat Kosong (29200 kg)
MD = Mulai Dipakai (biasanya tertulis lengkap, kalo sarana lama biasanya hanya tahunnya saja, misal 1965)
P24  = Perawatan 24 bulan
SGU = Balaiyasa/bengkel Surabaya Gubeng
P48   = Perawatan 48 bulan
YAD = Yang Akan Datang
Pem  = Pemeliharaan yang akan dirawat
Misal Pem18 = Pemelihaaran boggie/rangkaian roda dan pengereman
          Pem19 = Pemeliharaan rangkaian kelistrikan


II. Di Tubuh Kereta, Terdapat Beberapa Istilah Sebagai Berikut :

A. Keamanan dan penunjang pengoperasional kereta tersebut pada saat digunakan



Seperti :
Semboyan 21 dalam pengertian ini adalah sebagai tanda akhir dari suatu rangkaian. Di sini terdapat dua (2) perbedaan waktu untuk penggunaannya yakni siang menggunakan skip atau lempengan besi berwarna merah berbentuk bundar melonjong yang diletakkan di badan luar samping atas kereta.

Lampu yang digunakan ini terdapat 2 macam warna. Warna hijau menghadap ke depan diperuntukkan sebagai pertanda kepada ujung rangkaian depan yakni masinis/petugas lain di sekitar Ka bahwa di sisi lampu hijau tersebut merupakan akhir dari sebuah rangkaian kereta. Sedangkan untuk warna merah lampu menyala menghadap ke belakang Ka yang mengisyaratkan kepada petugas yang berdinas di sekitar Ka tersebut.

B. Alat perangkai :

Boffer adalah suatu alat perangkai yang digunakan untuk menyambung kereta/gerbong dengan kereta/gerbong lainnya ke lokomotif

Rantai :
Digunakan untuk melindungi terjadinya los/terlepasnya boffer pada saat merangkai kereta sehingga masih bisa terangkai sampai dilakukan penyambungan kembali boffer tersebut.

C. Flawer Below :
Berfungsi sebagai penyekat ujung kereta satu dengan lainnya, tentunya juga berfungsi untuk melindungi manusia dari samping pada saat menyebrang diatas alas perangkai Alat ini berwarna hitam dan terbuat dari karet yang tebal

D. Boggie :

Suatu kesatuan serangkaian kaki kereta yang terdiri dari roda, peer, as roda, boks rem yang berbentuk seperti boks yang berkesinambungan dengan alat pengerem kereta. Perangkat ini memiliki beberapa jenis yang terkait dengan patas maksimal kecepatan yang di ijinkan



III. Setiap Rangkaian Kereta terdiri dari :
    

1. Lokomotif CC201 sebanyak 1 unit
            Istilah lokomotif adalah kepalanya kereta
            C    = 3 yaitu 3 roda penggerak
            CC = 3-3
             2    = Penomoran untuk jenis mesin diesel elestrik
             01  = penomoran seri pengeluaran lokomotif

2. Kereta penumpang sebanyak 5 gerbong (tergantung subsidi)

Disini gerbong khusus digunakan oleh penumpang. Gerbong bisa lebih dari 5 tergantung dari subsidi dari pemerintahan.Seperti yang di Bandung satu rangkaian sampai 8 gerbong.
Di setiap gerbong tercukupi 106 orang. Didalamnya tertulis nomer tempat duduk, disini diurutkan mulai : - angka 1 sampai 24
            - huruf A,B,C,D,E
Misal tiket tertulis 2: 13E yang berarti Gerbong 2 nomer urut 13 E
Setiap gerbong sudah tertulis nomernya disetiap pintu masuk gerbong. Jika gerbong 2 berarti Bapak/Ibu/Kakak pilih angka 2.

Selain itu terdapat rak besi yang ditempatkan diatas tempat duduk penumpang yang berfungsi untuk meletakkan barang bawaan penumpang, seperti meletakkan tas, makanan, dll


3. Kereta Makan Plus Pembangkit Kelas 3 Ekonomi

Kereta pembangkit terdapat genset yang berfungsi sebagai sumber listrik guna keperluan kelistrikkan di 1 rangkaian kereta tersebut, misal digunakan untuk AC, lampu, dan alat kelistrikan lainnya seperti ada di kereta makan ada pendingin, microwave, colokan hp dll

Wah, ternyata cukup banyak juga istilah tentang kereta api.

Semoga informasi ini bisa memberikan manfaat buat semuanya. Dan kita bisa saling berbagi ilmu, jika dalam penulisan ini terdapat kesalahan mohon masukkannya.

Salam bahagia selalu.


Monday, September 9, 2019

Ternyata Begini Kelengkapan Fasilitas Di Stasiun Wonokromo


Bagi Bapak/Ibu/Kakak yang belum pernah datang dan masuk di Stasiun Wonokromo maupun yang sudah pernah masuk Stasiun Wonokromo, berikut kelengkapan fasilitas yang berada di dalam Stasiun Wonokromo yaitu antara lain :

1. Ruang tunggu yang biasa digunakan oleh penumpang untuk menunggu teman/saudara/kereta yang akan datang, digunakan untuk makan/ngobrol dll lokasinya ada di setiap selasar pintu masuk ke Stasiun Wonokromo, di depan pemeriksaan tiket dan di dalam stasiun

Kursi Tunggu di Selasar Pintu Masuk Stasiun



Kursi Tunggu Di Depan Pemeriksaan Tiket


Kursi Tunggu Di Dalam Stasiun



2. Bagi yang pengen beli kue dan kopi tersedia gerai roti O yang berada disamping pintu masuk Stasiun



3. Yang membutuhkan kue/camilan/minuman, dll atau untuk oleh-oleh ada gerai Alfa Express



4. Bagi yang ingin beli camilan, minuman panas/dingin, kue-kue dan makanan untuk sarapan/makan siang/makan malam ada gerai yang berada di samping, lokasinya di dalam stasiun

5. Kamar mandi cowok/cewek yang berada di samping barat dengan cafetaria 

6. Kamar mandi cowok/cewek yang berada di samping timur, dekat dekat musholla



Kondisi Dalam Kamar Toilet


7. Musholla yang selalu terbuka mulai pagi sampai malam, berada disamping timur
8. Ruang PAP (Plaffor Supervisor Room)  jika ada keluhan/hal-hal apa saja yang perlu ditanyakan, adanya barang ketinggalan maka akan disampaikan dari ruangan ini


9. Ruang pembelian tiket yang berada di depan disamping ruang pemeriksaan tiket.
Disini penumpang bisa melakukan pembelian tiket, pergantian tiket atau tanya terkait tiket ekonomi, eksekutif maupun bisnis. Ruangannya yang nyaman sekali...


10. Informasi jalur evakuasi dan titik kumpul berada di area luar dekat pintu keluar. Dengan adanya informasi titik kumpul dan jalur evakuasi yang bisa memberikan rasa keamanan bagi pengunjung.


11. Tempat parkir. Disini menyediakan parkir mobil dan motor, tempat yang strategis yang muat mobil dan parkir dalam jumlah yang besar dan terjaga keamanannya.


Demikian yang bisa disampaikan terkait kelengkapan fasilitas di Stasiun Wonokromo, semoga bermanfaat bagi Bapak/Ibu/Kakak yang akan berkunjung dan tidak bingung lagi.
Ini adalah data saat tanggal 9 September 2019.

Terima kasih





Sunday, September 8, 2019

Pernah Ketinggalan Barang Di Dalam Kereta ? Dan Apa Yang Terjadi



Ini adalah pengalaman pribadi, saat itu tepatnya kurang lebih 5 bulan dari hari ini yaitu bulan September 2019, ada kejadian bahwa barang saya "helm" ketinggalan di dalam kereta. Bapak/ibu/kakak khan tau apa itu "helm" yaitu yang biasa digunakan bagi pemakai motor dan berfungsi untuk melindungi kepala dari kejatuhan benda apapun maupun melindungi kepala jika saat jatuh. 

Awal mula kejadian "helm" saya taruh di trai besi yang sudah disiapkan di setiap kereta. Trai besi tersebut berada diatas tempat duduk yang difungsikan untuk menaruh tas/benda apapun agar tidak menghalangi penumpang lainnya. 

Kemudian saat akan turun di Stasiun Mojokerto, dengan santai dan percaya diri tanpa membawa apapun, hanya tas ransel saja dan lupa mengambil helm yang ditaruh diatas persis dibawah tempat dudukku. Kemudian langsung menuju ke parkir motor, mau nunut teman pulang karena rumahnya berdekatan (maklum nunut adalah yang paling sering aku lakukan hehehe). Lhoooo...baru teringat kalo "helm" tidak saya bawa. 


Dengan agak bingung karena perjalanan pulang dari Stasiun ke rumah melewati jalan raya utama, yang pastinya selalu diawasi oleh Bapak Polisi. Maka saat itu otomatis saya lari ke stasiun lagi, kemungkinan kereta ekonomi Dhoho belum meninggalkan Stasiun Mojokerto. Ternyata baru sampai luar stasiun, sudah dengar kalo kereta sudah berangkat melanjutkan perjalanan ke Kertosono. Dalam kondisi panik, maklum pengalaman pertama xixi... akhirnya tanpa sengaja bertemu teman kereta dan disarankan untuk segera melaporkan ke petugas kantor tentang kejadian "helm" yang ketinggalan.

Saat bertemu dengan bapak petugas terjadi percakapan sebagai berikut :

Aku                 : Selamat malam Bapak
Petugas KAI : Iya, bisa dibantu mbak ?
Aku                 : Pak, saya mau melaporkan bahwa "helm" saya ketinggalan di kereta dhoho
Petugas KAI : "Helm" ditaruh dimana tadi dan warna apa/merk ?
Aku                  : Persis dibawah tempat duduk saya, Gerbong 2 : 13 D, warna hitam dan tertulis SNI
Petugas KAI : Baik mbak, ditunggu ya... (Bapaknya menelpon, ndak tau kemana langsung melaporkan "helm" yang ketinggalan tersebut)
Petugas KAI  : Silahkan tinggalkan no hp. dan nanti akan diinformasi lebih lanjut.
            Kalo memang belum diambil sama orang lain, kwatir dikira barangnya sendiri.
            Semoga ditemukan karena masih berangkat barusan.
            Kalo misalnya ditemukan barang bisa diambil disini ya mbak, sambil menunggu WA masuk.
Aku                 : Ini no Hp saya pak, terima kasih banyak

Setelah keluar dari kantor KAI saya juga berusaha menghubungi teman yang rumahnya di Jombang, untuk mengambilkan "helm" dan informasi dari teman, sudah diambil oleh petugas KAI.

Saya sangat takjub atas pelayanan yang diberikan oleh petugas KAI, dengan cepat dan sigap langsung menghubungi ke petugas kereta dhoho atas informasi adanya barang ketinggalan. 


Akhirnya saya pulang dengan naik Grab, karena terlalu lama dalam pengurusan "helm" dan ditinggal teman.

Sekitar pukul 20.00 WIB ada WA dari KAI yang menyampaikan bahwa helm hitam sudah ditemukan dan disuruh ambil di kantor KAI mojokerto besuk pagi. Antara yakin dan tidak, senang dan bahagia dalam hati masih tanda tanya, semoga benar itu "helm" saya.

Pagi hari saya langsung ke kantor KAI dan benar "helm" hitamku sudah ada. Alhamdulilah "helm" ketemu dan aktivitas nunut bisa dilanjut kembali.

Demikian kisah kasih, barang yang ketinggalan di kereta, semoga bisa menjadi aspirasi bagi semua, agar tidak bingung jika ada barang yang ketinggalan di kereta. Selamat berakitivas dan bahagia.






















Mau Tau Daerah Pangkalan Gojek, Grab Dan Len Umum Di Area Stasiun Wonokromo


Kegiatan hari ini Senin, 9 September 2019, seperti biasanya aktivitas yang dilakukan setiap hari yaitu berangkat dan pulang kerja dari Mojokerto ke Surabaya atau sebaliknya dari Surabaya ke Mojokerto. 

Kereta berangkat dari Mojokerto pukul 06.00 WIB tepat dengan menggunakan kereta ekonomi KRD yang mana kereta tersebut berangkat dari Kertosono ke arah Surabaya Kota. Kebetulan nanti turun Wonokromo karena lokasi dengan kantor cukup dekat dibanding jika turun di Gubeng, apalagi di Semut hahaa.....

Perkiraan kereta tiba di Stasiun Wonokromo pada pukul 07.00 WIB. Ketika kereta menginjak area Stasiun Wonokromo dan kereta akan berhenti maka sudah disambut oleh petugas yang bertugas menyapa penumpang bahwa kereta sudah berada di Wonokromo dan ucapan terima kasih telah menggunakan kereta api.

Dari banyaknya penumpang yang naik kereta ada penumpang yang memang setiap hari menggunakan kereta seperti saya penglaju yang selalu loyal menggunakan transpotasi kereta heehehe...dan ada juga penumpang yang baru naik kereta seperti penumpang dengan tujuan shoping, jalan-jalan atau refreshing, menjenguk keluarga/anak, dll.

Nah...jika penumpang yang baru pasti kesulitan mencari tempat pangkalan len umum atau pangkal bang Grab/Gojek jika akan melanjutkan perjalanan selanjutnya  seperti mau ke Rungkut/Embong Malang, dll.

 

Maka disini akan kami sampaikan tempat dan posisi pangkal Len Umum, Gojek/Grab agar lebih mudah mencarinya yaitu :

1. Jika penumpang yang turun dari kereta maka :

     - Penumpang mengikuti jalur tanda "pintu keluar"

       Posisinya berada disebelah kanan, mendekati arah ke musholla. Setelah penumpang sudah berada di pagar luar, maka penumpang berjalan keluar perkiraan 300 meter. Nah dari tempat tersebut ada pangkalan line umum yang bisa dipilih sesuai jurusannya.
Sedangkan untuk pangkalan Grab/Gojek, Bapak/Ibu meneruskan jalan kaki sebentar, perkiraan 400 meter lagi dan mendekati jembatan penyebrangan ke DTC.


Di daerah bawah jembatan penyebrangan tersebut sudah banyak berjajar Gojek/Grab yang menunggu penumpangnya.


2. Jika penumpang yang akan menuju Stasiun Wonokromo maka :

Setiap penumpang yang akan masuk ke Stasiun Wonokromo, mereka terkadang membawa kendaraan pribadi seperti mobil atau motor dan tak lupa juga yang menggunakan jasa trasportasi Gojek/Grab maka dibawah lokasi untuk memarkirkan kendaraan pribadi dan menurunkan penumpang yang mengendarai transportasi umum (len/gojek/grab)



- Penumpang turun dari Len umum/Gojek/Grab berada disebelah Timur Stasiun Wonokromo, posisinya tepat berhenti di depan lokasi parkir motor/mobil samping Stasiun Wonokromo. 

Selanjutnya penumpang berjalan mendekati pintu masuk Stasiun Wonokromo perkiraan jalan kaki sekitar 500 meter.


Nah cukup mudah khan, sehingga penumpang kereta tidak kesulitan dalam mencari pangkalan len umum/gojek/grab di Area Stasiun Wonokromo baik saat turun maupun akan naik kereta.


Semoga informasi ini bisa memberikan manfaat kepada seluruh penumpang baru/lama di Stasiun Wonokromo.

Begini Agar Silatuhrami Keluarga Besar Tidak Terputus..



Sehubungan pada hari Minggu, 8 September 2019, tepatnya pukul 07.00 WIB ada undangan arisan keluarga. Yang mana pertemuan keluarga selalu diadakan setiap 3 (tiga) bulan sekali. Dan bertepatan hari ini jatuh di keluarga yang rumahnya di Daerah Karangbong Sidoarjo, dan undangannya tertulis tepat pukul 07.00 WIB. 

Karena dimulai pagi hari maka kita pikir-pikir kalo berangkat saat hari Minggu pagi pasti terasa capek sekali. Dan juga belum menentukan jam berangkatnya habis subuh...waduhhh terasa berat hehehe... Pertimbangan jika naik motor pasti membutuhkan waktu sekitar 1.5 jam. Maka kami putuskan berangkat dari Mojokerto pada hari Sabtu sore hari, pukul 15.05 WIB dengan mengendarai kereta ekonomi Jenggala. Rute yang dilalui oleh kereta ekonomi Jenggala adalah dari Mojokerto - Tarik - Tulangan dan terakhir berhenti di Sidoarjo, dengan tiket sebesar Rp. 4.000,- Harga ekonomis fasilitas eksekutif.

Kembali ke arisan keluarga, awal mula kenapa diadakan pertemuan seperti ini ?

Saat lebaran idul fitri th 2016 bahwa dari beberapa keluarga ada yang datang silatuhrami ke keluarga yang dituakan, tetapi ada dari beberapa keluarga yang tidak datang ? Istilah bahasa jawanya "ora arep dulur " dan kejadian tersebut berulang dan terus berulang.

Maka muncullah ide, bagaimana caranya agar keluarga, anak, cucu dan cicit bisa mengetahui kalo kita adalah masih keluarga. Maka dari ide tersebut kita data siapa saya yang termasuk keluarga kita dalam hal ini masih keturunan dalam sebutan bani (masih ada hubungan keluarga dengan mbah buyut kita)

Setelah terkumpul dari beberapa orang kemudian kita undang untuk silatuhrami dan saat pertemuan menyampaikan tujuan kita mengumpulkan tak lain adalah bahwa kita disini masih dalam satu kesatuan keluarga dan masih ada hubungan keluarga dari mbah buyut kita (bani). Dijelaskan juga asal muasal urutan keluarga dari yang tertua sampai ke anak cucu dan cicit (jika di perusahaan disebut struktur organisasi). 


Dari penjelasan sesepuh keluarga maka satu sama lain baru tau dan menyadari bahwa kita masih saudara. Maka awal mula pertemuan tersebut dijadikan pertemuan perdana arisan keluarga. 

Apa sih manfaatnya diadakan arisan keluarga, antara lain :
1. Jika ada salah satu keluarga yang sakit / lagi membutuhkan bisa saling mengetahui kabarnya sehingga bisa saling membantu
2. Ada informasi apapun terkait sekolah/lowongan pekerjaan bisa saling memberi informasi
3. Bisa saling mengenal satu sama lain, sehingga tali persaudaraan tetap terjalin sampai cucu/cicit
4. Membacakan doa bersama (tahlil) yang mendoakan keluarga yang sudah meninggal 

Maka diputuskan bahwa pembayaran arisan keluarga sebesar Rp. 100.000, untuk satu kepala keluarga. Dari hasil uang tersebut diharapkan yang kedapatan hajat bisa digunakan untuk meringankan untuk membelikan kue atau makanan. Dari pertemuan keluarga tidak mengharapkan kue/makanan asal bisa berkumpul dan bertemua. 

Setelah arisan berjalan dua kali, maka agar setiap pertemuan timbul rasa kebersamaan tanpa membandingkan keluarga kaya atau miskin maka menyeragamkan kerudung yaitu menggunakan kerudung warna kuning sementara bajunya dari masing-masing, asalkan warnanya hitam.

Arisan keluarga kali ini sangat meriah sekali, karena yang punya hajat sekalian syukuran mau berangkat umrah. Maka banyaknya konsumsi yang disiapkan. Ada camilan/prasmanan buat makan siang/oleh-oleh saat pulang (orang jawa bilang buah tangan).


Begitu besarnya rasa kekeluargaan nampak satu sama lain saling membantu tanpa disuruh otomatis membantu, terlihat di pagi itu ada yang membantu packing kue dan memasukkan nasi, menyiapkan prasmanan untuk makan siang dll.

Dan juga arisan keluarga ini adanya nomer undian door price, setiap peserta yang sudah membayar  arisan maka diberikan nomer undian. Undian disini bukan merupakan keharusan jika bertepatan arisan, ini adalah inisiatif dari yang punya hajat. 

Acaranya berjalan lancar, tak lupa sebelum pulang kita foto bersama. Semoga yang bertepatan tempat hari ini diberikan rejeki yang berlimpah, lancar saat umrah, Aamiin Aamiin ...

Demikian suasana arisan keluarga yang bisa memberikan silatuhrami tidak terputus sampai cucu atau cicit. Semoga bermanfaat informasi ini, dan bisa menambah tali persaudaraan keluarga kita semua.

Tips Membuat Sate Telur Gulung Yang Mudah, Gurih, Enak dan Pastinya Berhasil Di Gulung

Hai sobatku semua.... Pastinya mengetahui apa itu makanan camilan yang satu ini yaitu sate telur gulung. Biasanya sate telur gulung banya...